Tentang Kami
Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Terapi antihipertensi dilakukan melalui pendekatan sintetik maupun herbal. Pemerintah Indonesia melalui Program Saintifikasi Jamu terus mengembangkan obat herbal menjadi Jamu Saintifik sebagai alternatif terapi. Rumah Riset Jamu 'Hortus Medicus' merupakan salah satu tempat yang menyediakan pelayanan kesehatan tradisional. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala dalam konsumsi obat herbal, yaitu adanya interaksi obat, baik antara obat herbal dengan obat kimiawi maupun dengan makanan dan minuman yang dapat menurunkan efektivitas terapi atau meningkatkan efek samping. Selain itu, penyesuaian dosis obat herbal menjadi tantangan karena kurangnya pedoman dosis yang jelas dan mekanisme kerja yang bervariasi pada setiap individu. Oleh karena itu dibutuhkan medication review yang cepat dan tepat sehingga memudahkan tenaga medis dalam mengidentifikasi interaksi obat dan penyesuaian dosis obat herbal berdasarkan faktor-faktor lain, seperti usia, berat badan, komorbiditas, serta penggunaan obat lain. Clinical Decision Support System (CDSS) adalah strategi yang menjanjikan untuk mencegah risiko keselamatan pasien dan mengatasi permasalahan tersebut.
Pengembang System
Pengembangan sistem ini dilakukan oleh peneliti dengan lintas ilmu: Farmasi,Sistem Informasi, dan Gizi
Anis Febri Nilansari
Ketua Peneliti
- Koordinator Riset
- Penanggungjawab dalam perizinan penelitian dan pembuatan Ethical Clearance
- Studi literatur penyesuaian dosis obat herbal.
Rianto
Anggota
- Pengembangan Clinical Decision Support System berbasis web.
- Bertanggungjawab dalam evaluasi sistem.
Adhila Fayasari
Anggota
- Pengumpulan data/kajian literatur interaksi obat dengan obat dan obat dengan makanan dan minuman.
- Analisis data penelitian.
Nurul Aulia DG Mamala
Anggota (Mahasiswa)
Pengambilan data rekam medis pasien hipertensi.
Nurul Aulia DG Mamala
Bima Tri Wiyono (Mahasiswa)
Pengambilan data analisis kebutuhan sistem
Manfaat
Pengembangan sistem ini dilakukan oleh peneliti dengan lintas ilmu: Farmasi,Sistem Informasi, dan Gizi
Dokter
- Membantu pengambilan keputusan klinis dengan informasi cepat tentang interaksi obat herbal dengan obat konvensional.
- Mengurangi risiko efek samping dan komplikasi akibat penggunaan obat herbal yang tidak tepat. Personalisasi terapi berdasarkan kondisi pasien dan riwayat medis.
- Mempercepat proses diagnosis dan pemberian terapi yang aman dan efektif.
- Meningkatkan dokumentasi dan pemantauan terapi pasien.
Pasien
- Mendapatkan terapi obat herbal yang lebih aman dan sesuai kondisi kesehatannya.
- Meningkatkan pemahaman tentang efek dan risiko penggunaan obat herbal bersamaan dengan obat lain.
- Mengurangi risiko komplikasi dan interaksi obat berbahaya.
- Membantu pasien lebih aktif dalam pengelolaan kesehatannya dengan informasi yang jelas.
- Memberikan rasa aman dan kepercayaan terhadap terapi yang dijalani.
Apoteker
- Mendukung validasi resep dan terapi herbal untuk mencegah interaksi yang berbahaya.
- Meningkatkan peran apoteker sebagai konsultan keamanan terapi pasien.
- Mempermudah edukasi pasien tentang penggunaan obat herbal yang benar.
- Meningkatkan kualitas pelayanan farmasi yang berbasis bukti.
- Analisis data penelitian.